Usaha Kecil Menengah (UMKM) atau sering juga disebut Small Medium Enterprises (SME) merupakan istilah yang sering kita dengar dan baca di berbagai media massa. Akan tetapi sedikit orang yang tahu kriteria usaha yang dapat dikategorikan sebagai UKM.

Pengertian UMKM Secara Umum

Usaha Kecil dan Menengah disingkat UKM adalah sebuah istilah yang mengacu ke jenis usaha kecil yang memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp200 juta tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha dan merupakan usaha yang berdiri sendiri, tidak terafiliasi kepada Usaha Besar.

Pengertian UKM Menurut Undang-Undang dan Para Ahli Ekonomi

Di Indonesia UKM secara resmi dikenal dengan istilah UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menegah). Menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 UMKM memiliki kriteria sebagai berikut :

1. Usaha Menengah, yaitu usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dengan usaha kecil atau usaha besar yang memenuhi kriteria : Memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp 500.000.000,- (lima ratus juta`rupiah) sampai dengan paling banyak Rp 10.000.000.000,= (sepuluh milyar rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha; atau Memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp2.500.000.000,- (dua milyar lima ratus juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp 50.000.000.000,- (lima puluh milyar rupiah).

2. Usaha Kecil, yaitu usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari usaha menengah atau usaha besar yang memenuhi kriteria yakni: Memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp 500.000.000,- (lima ratus juta rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha; atau Memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp 300.000.000,- (tiga ratus juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp 2.500.000.000,- (dua milyar lima ratus juta rupiah).

3. Usaha Mikro, yaitu usaha produktif milik`orang perorangan atau badan usaha milik perorangan yang memenuhi kriteria yakni memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 50.000.000 (lima puluh juta rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha
Memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp 300.000.000 (tiga ratus juta rupiah)

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) memberikan definisi UMKM berdasarkan kuantitas tenaga kerja. Usaha kecil merupakan usaha yang memiliki jumlah tenaga kerja 5 orang sampai dengan 19 orang, sedangkan usaha menengah merupakan usaha yang memiliki jumlah tenaga kerja 20 orang sampai dengan 99 orang.

Bagaimana Pengertian UKM di Negara lain?
Hampir sama seperti di Indonesia, kriteria UKM di negara-negara asing didasarkan pada aspek-aspek sebagai berikut : (1) jumlah tenaga kerja, (2) pendapatan dan (3) jumlah aset. Berikut adalah kriteria-kriteria UKM di negara-negara atau lembaga asing.

1. World Bank, membagi UKM ke dalam 3 jenis, yaitu :

Medium Enterprise, dengan kriteria :
Jumlah karyawan maksimal 300 orang
Pendapatan setahun hingga sejumlah $ 15 juta
Jumlah aset hingga sejumlah $ 15 juta

Small Enterprise, dengan kriteria :
Jumlah karyawan kurang dari 30 orang
Pendapatan setahun tidak melebihi $ 3 juta
Jumlah aset tidak melebihi $ 3 juta

Micro Enterprise, dengan kriteria :
Jumlah karyawan kurang dari 10 orang
Pendapatan setahun tidak melebihi $ 100 ribu
Jumlah aset tidak melebihi $ 100 ribu

2. Singapura mendefinisikan UKM sebagai usaha yang memiliki minimal 30% pemegang saham lokal serta aset produktif tetap (fixed productive asset) di bawah SG $ 15 juta.

3. Korea Selatan, mendefinisikan UKM sebagai usaha yang jumlahnya di bawah 300 orang dan jumlah assetnya kurang dari US$ 60 juta.

4. European Commision, membagi UKM ke dalam 3 jenis, yaitu :

Medium-sized Enterprise, dengan kriteria :
Jumlah karyawan kurang dari 250 orang
Pendapatan setahun tidak melebihi $ 50 juta
Jumlah aset tidak melebihi $ 50 juta

Small-sized Enterprise, dengan kriteria :
Jumlah karyawan kurang dari 50 orang
Pendapatan setahun tidak melebihi $ 10 juta
Jumlah aset tidak melebihi $ 13 juta

Micro-sized Enterprise, dengan kriteria :
Jumlah karyawan kurang dari 10 orang
Pendapatan setahun tidak melebihi $ 2 juta
Jumlah aset tidak melebihi $ 2 juta

Semoga pemahaman mengenai UKM ini dapat membantu anda dalam menyikapi peraturan-peraturan di Indonesia terutama dalam dunia UKM.

Categories: Artikel Lain

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *